Showing posts with label ceritaku. Show all posts
Showing posts with label ceritaku. Show all posts

Friday, January 20, 2012

Bahasa

Tentang membaca dan menulis. Sedari SD, memang saya suka membaca. Hampir seluruh buku di perpustakaan sudah saya 'jelajahi', meskipun sebagian tak benar-benar saya baca. Meski pada dasarnya, kemampuan berbahasa saya cukup buruk. Nilai Bahasa Indonesia saya semenjak SD hingga SMA, tak pernah melampaui nilai mata pelajaran eksak saya. Bahkan, jikapun nilai eksak saya lebih tinggi (ehm.. kesedak!) dari teman2 saya, maka nilai bahasa saya seringkali lebih rendah dari mereka. Uphh.. Maka saat itu, saya mendaulat diri sebagai seorang yang kurang mampu berbahasa. Otomatis itu membuat saya menjadi tidak menyukainya.

Dan waktu berlalu.. Setahun.. Dua Tahun.. Dan hei, sekarang saya sudah melewati tahun keempat semenjak menanggalkan seragam abu-abu. Empat tahun. Sepanjang itu ternyata bisa mengubah saya yang hampir2 'membenci' bahasa menjadi sedemikian mencintainya melebihi kecintaan akan akuntansi -mata pelajaran utama yang saya pelajari selama tiga tahun kuliah.

Yaa meskipun kecintaan saya tak cukup membuatku ahli berbahasa, setidaknya itu sudah cukup membuka cakrawala berfikir saya yang dulu sempit.  Bahwa ternyata bahasa itu ilmiah, dan yang pasti : indah!
Selamat mencintai bahasa, Ute..
pict taken from here

Thursday, January 19, 2012

percaya

 sumber gambar disini
"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh. mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." QS 2:62
Saya suka sekali ayat ini. Ada frase sebab- akibat disini. Jika-maka. Jika beriman dan beramal shalih, seseorang tak akan merasakan kekhawatiran maupun kesedihhatian. Kekuatan percaya berperan disini. Percaya bahwa segala yang terjadi di dunia ini, semua, semuanya, adalah ketetapan Allah, maka seorang yang mempercayai itu akan yakin bahwa semua itu baik, meskipun tak disadarinya, meski fisiknya belum mampu mengindera kebaikannya.
Bolehlah kita mendendangkan sebentar lagu Mariah Carey yang berduet dengan Whitney Houston...

Many nights we prayed
With no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there's much to fear
We were moving mountains long
Before we know we could

There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It's hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe

In this time of fear
When prayer so often proves in vain
Hope seems like the summer birds
Too swiftly flown away
And now I am standing here
My heart's so full I can't explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I'd say

There can be miracles
When you believe (When you believe)
Though hope is frail
It's hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve (You can achieve)
When you believe
Somehow you will
You will when you believe

They don't always happen when you ask
And it's easy to give in to your fear
But when you're blinded by your pain
Can't see your way clear through the rain
Thought of a still resilient voice
Says help is very near

There can be miracles (miracles)
When you believe (When you believe)
Though hope is frail
It's hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve (You can achieve)
When you believe
Somehow you will
You will when you believe
You will when you believe
You will when you believe
Just believe
You will when you believe

Ayolaah, biasa aja, jangan dilebih2kan

Entah kenapa hidungku terlalu peka mendengus bau kebanggaan pada kelompok, ashabiyah. Bukan, kali ini bukan tentang golongan2 yang terpecah dalam Islam, tapi maksudku, tentang golongan, entah itu kelas, negara, perusahaan, atau instansi. Yaa, bangga sih OK. Yang aku tidak suka, kadang sampe bersikap tidak adil ke kelompok lain. Yang sederhananya, dalam kelas, pernah aku posting di sini.
Dan beberapa hari belakangan ini, aku kembali merasakannya, di lingkup kerjaku. Katakanlah, aku seorang yang bekerja pada pemerintah sebagai eksekutor. Dan kalian juga tau, demi akuntabilitas pengelolaan kinerja dan keuangan, dibutuhkan sebuah lembaga pengawasan. Lembaga ini ada yang bersifat ekstern dan ada yang intern.

Jadi intinya, bukankah baik yang diawasi maupun yang mengawasi (yang internal ) adalah sama-sama bekerja untuk pemerintah negara? Tujuannya sama2 baik, kenapa mesti saling sinis menyinis? Gampangnya antara auditee dan auditor lah. Kenapa tidak bisa bekerja sama dengan hangat? Terus saja membesar2kan sedikit saja kesalahan lawan (lawan?)... Aaa, sulit sekali menjelaskannya.
Cukup itu sajalah ceracauku hari ini. Bye..

Mall dan aku

Sore itu, sepulang kantor, temenku minta ditemenin ke CP, Central Park, untuk mengklaim garansi BBnya yang sejak pagi harinya tidak mau menyala. Kami memutuskan menuju kesana by transjak. Daan, yaaa.. menunggu busway - berdesak2an dibusway. Seperti biasa. Setibanya di outlet BB, waktu menunjukkan pukul 18.10.
"wah, service-nya cuma buka sampe jam 6 (malam), kak.." kata pegawai outletnya.

 Aaa, temenku meng-aah. Demi tak mau perjalanan kesana sia-sia, kami sepakat mengunjungi Gramed, dengan sebelumnya menunaikan shalat maghrib terlebih dahulu. Setelah dirasa cukup, kami meninggalkan CP dan menuju TA, Taman Anggrek. Eaa.. Ini karena temenku, katanya, pengen beli sepatu di matahari. Yaa, OK-lah, sekalian jalan. Oiya, dari Gramed tadi, aku hanya membeli satu buku, Selimut Debu-nya Agustinus Wibowo. Sebenarnya saat ini aku sedang tertarik membaca biografi tokoh2 besar, tapi sepertinya aku tadi tak menemukan yang sreg.
Selanjutya, TA. Aku baru sekali ini menginjakkan kaki di TA. Pertama masuk, aku sudah disuguhi pemandangan tas2 mewah berjejer, sepatu2 hak tinggi, dan kosmetik2 wanita dipajang seluas ruangan.. Aihh, dan sejauh mata memandang, aku hanya menemukan wanita2 metropolitan yang cantik2 dan modis. Dan entah bagaimana, apakah aku yang lebay, aku merasa tidak nyaman. Ya seperti biasa sih, hehe.. ketika masuk toko perbelanjaan yang dijaga embak2, aku selalu merasa ditatap dengan tatapan 'emang kamu mau beli?'. Haha.. aku yang terlalu berprasangka buruk, terlalu sensitif, atau apa, entahlah... Haha. Tapi aku merasa itu disebabkan dandananku.. Wkwkwk.. Rok polos panjang.. jilbab tebel.. jaket hitam.. ransel hitam... dan ditambah sendal jepit.. Haha.. Beda sekali dengan pengunjung2 lain.
Kadang, dulu, demi gengsiku, aku membuktikan ke mbak2nya bahwa aku beli lo, aku mampu beli. Tapi itu kadang saja. Haha. Malam itu tidak, karena memang niatku sebenarnya hanya mengantarkan temanku belanja.
Ya begitulah.. ssenyu~umm..

Wednesday, January 18, 2012

tanpa judul

Ya Allah, shalatku, bener2 gak kerasa feel-nya. Haruskah Kau beri aku ujian agar kembali terasa? Aa, pikiran macam apa ini? Tapi jujur, selama ini, aku akan berlama-lama dalam shalat, merendah, menangis, hanya ketika aku mempunyai masalah. MendatangiMu ketika aku perlu saja. Buruk sekali
Seperti itukah kami? MendatangiMu tersuruk-suruk, dan setelah Kau hilangkan kesedihan dari kami, kami meninggalkan-Mu sambil melenggang..
Ampuni kami, Rabb..
Tetapkan hati kami di jalan-Mu...

Welkam bek

Welkam bek...
Akhirnya aku kembali menemukan akunku yang sempet terlupakan. Blogspot, maafkan aku.. mungkin kau menyebut ini pelarian, pelarian dari Multiply yang sudah tidak privasi lagi. (Hei, jadi kau pikir disini bisa berprivasi-privasi? )
Aku, entah sejak kapan mulai mencintai kata. Menikmati membacanya, meski itu hanya pasif saja. Tak dilanjutkan dengan menikmati menulis.. Hehe..
Dan hari ini, setelah aku cukup dibuat pusing oleh Blogger yang sudah dibeli oleh Google, mengakibatkan aku, yang dulu ketika membuatnya memakai yahoomail, jadi sedikit bermasalah. Hufh.. Tak apalah, setidaknya pengetahuanku nambah, satu.. :D

Monday, November 22, 2010

wong ndeso 2

Saya hanya tertawa nyengir ketika kemarin mendengar cerita guru SMP saya. "Mosok to, wingi ki ana murid sing gak mlebu ujian gara2 sunat (khitan, -te). Jare bapakke gak ana dino apik meneh. Ujian kok dikalahhne 'hari baik' ki yok opo..."
Karena geregetan, pak guru yang sekaligus wali kelas tersebut memberikan 4 mata pelajaran untuk 1 hari ujian susulan. *tertawa nyengir lagi
"aku ke wis bingung, nduk" lanjut beliau, "udah gak tau lagi bagaimana menghadapi wong-wong ndesomu" . (Loh kok nyalahin saya, pak?)
"kemaren ada anak yang pinter banget, olimpiade aja sering menang (fyi. untuk ukuran SMP di desa seperti ini, ini luar biasa). setelah lulus disuruh kerja sama orangtuanya. aku wis menawarkan segala bantuan mulai dari biaya sekolah sampai pemondokan, tetep aja gak boleh". Saya hanya diam.

Pola pikir, itu yang menghambat perkembangan desa ini. Pendidikan belum menjadi prioritas.Saya pernah menuliskan disini. Aktivitas warganya masih begitu monoton, yang generasi umur menengah keatas bertani (itupun sekedar untuk menghidupi keluarga tanpa berfikir untuk mengembangkannya) dan mengurus ternak. Yang muda mencari penghidupan ke kota. Ada yang jadi perawat, ada yang memilih 'ngabdi' di pondok. Itu sebagian kecil, mayoritas kerja ke kota sebagai PRT atau kuli. Tidak ada kegiatan keagamaan, tidak ada pengajian ibu-ibu, tidak ada karangtaruna, masjid sepi. Paling yang ada yasinan bapak-bapak tiap malam jum'at.

gambar Gunung Bayangkaki
Apa yang bisa saya lakukan? Waktu SD saya sudah mengabiskan buku-buku cerita di perpustakaan tentang perjuangan seseorang dalam membangun desanya. Dan saya benar-benar terpengaruh hingga bermimpi bisa melakukan sesuatu untuk desa ini (saya izinkan kalian tertawa ). Cita-cita lugu seorang anak kecil. Utopis dan abstrak. Untuk tetap bertahan dalam keadaan seperti ini saja rasanya susah. Tidak mudah, kawan, untuk survive dalam masyarakat yang serba belum tertata seperti ini. Saya sempat memuntahkannya disini.
Apalagi sebentar lagi saya mesti kerja entah dimana... Lengkap sudah.

wong ndeso 1

tidak heran mengapa mbak vina histeris "wua, akhirnya ute bisa berhubungan dengan dunia luar...", karena memang beliau tahu bahwa ponsel saya akan hampir 100% inactive selama di rumah. bukan karena rusak, tapi karena jaringan untuk provider indosat sangat lemah. sinyal paling satu atau dua biji doang. kalo telkomsel lumayanlah. tapi yang paling kuat itu sinyal smart, ya yang menyupport onlenisasi saya sekarang ini...

oh tidak, kawan...! jangan kasihan sama saya. kasihan saja sama orang2 yang mau bikin kolam renang di gedung DPR... mereka lebih pantas.

selain akses komunikasi, akses perhubungan juga masih sulit. desa saya terletak di lereng bukit (gak ada namanya) pojok selatan kabupaten ponorogo. jarang sekali ada angkutan umum dari kecamatan masuk desa saya. kalau ada hanya hari-hari tertentu, biasanya hari pasaran. itupun kebanyakan truk-truk yang mengangkut hasil pertanian atau sapi atau kambing. inilah salah satu penyebab anak-anak di desa saya jarang melanjutkan sekolah. susah cari angkutan. paling banter setingkat SMA. itupun terbatas anak-anak yang orangtuanya mempunyai kendaraan sendiri, misal motor.

seperti yang terjadi pada tetangga saya. dulu ia pernah masuk SMK di kecamatan. harusnya sekarang kelas 2. tapi ia tidak sanggup tiap hari mikir bagaimana cara berangkat dan pulang sekolah. akhirnya ia sekarang pergi ke surabaya, seperti kebanyakan teman-temannya yang lain, kerja. ah, kalau kalian diberi nikmat tidak merasakan hal seperti ini, lafazhkan tahmid sekarang juga.

ini nyata, kawan...

kalau saya, dulu kan ngekost. hehe...

Friday, September 3, 2010

ahad

bismillah...
kalo gak salah, pak salim dalam bukunya, gue never die, pernah menyebutkan tentang salah satu belenggu aqidah yaitu kesombongan intelektual. belenggu ini hanya akan bisa dilepaskan oleh kesaksian bahwa Allah lah satu-satunya tuhan dan rasulullah adalah utusan-Nya. dahsyat sekali. sungguh pun ketika selama ini kita tak pernah merasa sombong, maka sebenarnya kita telah sombong. otak ini begitu egois membiarkan kesombongannya telah menutupi hati dari kebenaran. padahal apa yang bisa dibanggakan dari otak manusia? ayolah... hanya ada beda tipis antara pengukuhan jati diri dan keangkuhan...

aqidah, jika ia bersih maka kokohlah segalanya.. jika tidak, maka sebaliknya, bisa hancurlah segalanya. itulah mengapa saya begitu begitu menyukai QS al-ikhlash.
katakanlah, " Dia-lah Allah, Yang Mahaesa
hanya Allah-lah tempat bergantung
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
dan tidak ada satupun yang menyamai-Nya"

nama surat ini al-ikhlash. padahal tidak ada kata ikhlash atau khalasha didalamnya. tapi -maaf menurut saya-, konsep ikhlash ada dalam surah ini. khalasha = murni ---> Allah, hanya Dia tempat bergantung, satu-satunya.

dalam sebuah hadits juga disebutkan yang intinya (redaksi sesuai ingatan saya) tentang tiga hal yang menyelamatkan, yakni : bertaqwa kepada Allah dalam keadaan sepi dan ramai, berkata benar dalam keadaan senang dan sedih, dan berhemat dalam kondisi kaya atau miskin. sedangkan tiga hal yang membinasakan yakni : hawa nafsu yang diikuti, kesalahan atau kebathilan yang diikuti, dan ujub (membanggakan diri). keenam hal ini terkait dengan aqidah.

ehm, agak gak nyambung ya dari awal sampai akhir? maaf, kata2 saya tak bisa menerjemahkan pikiran saya. otak saya yang ruwet kali ya ;-). yups, semoga bermanfaat ^^

Monday, March 29, 2010

Selamat Datang

Bismillah...

Akhirnya memutuskan untuk membuat akun di blogspot. Sementara, karena belum ada ide tulisan, blog ini diisi postingan impor dari multiply.

Semoga celoteh ini membawa manfaat....