Thursday, August 30, 2012
Saturday, August 25, 2012
Thursday, August 16, 2012
Wednesday, August 8, 2012
Friday, August 3, 2012
Wednesday, August 1, 2012
tiket mudik
Sekitar hari Jumat, hampir dua pekan yang lalu, saya dan suami sepakat membeli tiket kereta yang ditawarkan yang di tawarkan di sebuah situs jual beli besar. Tiket yang sudah terdeal adalah dua kursi tiket kereta Sawunggalih Jakarta-Purwokerto untuk keberangkatan 16 Agustus 2012 pagi.
Ada beberapa hal yang sempat membuat kami ragu, tetapi karena kebetulan kami berdua sama2 sering online shopping dan memang selama ini tidak pernah tertipu, maka kami yakinkan diri. Diantara hal yang meragukan adalah:
- Sistem pembelian tidak COD (Cash on Delivery), tetapi barang dikirim setelah uang ditransfer (padahal si penjual ini berada di Jakarta). Maka uang yang ditransfer untuk tiap-tiap tiket harus ditambah biaya pengiriman sebesar Rp. 10.000
- Penawaran yang tertulis di situs untuk tiket yang kami inginkan tsb adalah @Rp 300.000. Ketika kami konfirmasikan kembali by sms, katanya harganya Rp 400.000. Tidak konsisten dan terkesan mencari untung, bukan karena mengoper tiket yang tidak jadi terpakai. Tetapi setelah dilakukan tawar menawar lanjutan, akhirnya tetap bisa @Rp 300.000.
- Balasan sms untuk pertanyaan 'kapan tiket akan dikirim' adalah 'tiket masih diproses di PT KAI, akan diinformasikan kembali paling lambat hari Senin'. Aneh, padahal tiket yang resmi di KAI ataupun di agen2 sudah lama habis. Ya okelah kami berpositif thinking bahwa mereka mengurus perubahan data pemegang tiket. Apalagi hari seninnya mereka mengirimkan sms bahwa tiket atas nama kami sudah dikirim dan dalam 2x24 jam akan bisa diterima. Ya, baiklah, kami meyakinkan diri. (Harusnya kami tetap ragu ya karena mereka tidak memberikan nomer resi pengiriman).
- Setelah sms itu kami terima, nomer tersebut tidak bisa dihubungi, dan post yang di situs tsb sudah dihapus.
Pelajarannya untuk saya : perlu lebih berhati-hati dalam belibeli online, dan mungkin kurang bersedekah :)
Oiya, sampai saat ini saya belum pegang tiket untuk mudik ke cilacap, kalo ada yang punya tiket kereta kesana dan sekitarnya yang tidak jadi digunakan, tentu akan sangat membantu saya :)Saturday, July 28, 2012
Friday, July 27, 2012
Tuesday, July 10, 2012
Monday, July 9, 2012
Semarang, edisi Kondangan
Wednesday, July 4, 2012
Monday, July 2, 2012
Thursday, June 28, 2012
Wednesday, June 20, 2012
Rekam Bandung 9-10 Juni
9 Juni 2012
Semenjak dulu saya memang terobsesi untuk traveling, ya kalaupun belum bisa dikatakan backpacking, sebut saja berperjalanan, hihi.. Untuk kesempatan kali ini, Bandung lah sasaran saya. Sebelumnya baru sekali saya menyinggahi kota kembang ini. Saya ingat, 21-22 Januari kemarin, saya dan 5 orang kawan 'nekad' kesana. Awalnya berencana 'mbolang' aja, tapi mengingat fakta bahwa kami adalah para wanita lajang ibukota yang imut2 yang riskan tindak kirminalitas (:D), maka kami terpaksa memutuskan untuk menggunakan jasa agen pariwisata.. Haha.
Nah, untuk perjalanan kedua ini, saya tidak lagi menggunakan paket wisata, dan tentu saja karena kali ini saya perginya dengan suami :D. Perjalanan yang tidak-cukup-direncanakan sebenarnya.
Sabtu siang, ba'da zhuhur, kami bertiga (tambah Kym) menuju BTC (Bintaro Trade Center) untuk kemudian bertolak ke Bandung menggunakan jasa X-Trans travel. Perjalanan selanjutnya yang dimulai jam setengah tiga ini menyisakan dua orang saja karena mau gak mau Kym harus diparkir disana :D
Waktu menunjukkan jam 18.xx ketika kaki menjejakkan kaki di pool travel ini, di jalan Cihampelas. Selepas maghrib, selanjutnya kami menelusuri jalan cihampelas ini mencari penginapan. Ahh, cihampelas ini cukup mengikat kenangan 4 bulan lalu ketika kali pertama saya kesana, makanya tak lupa saya meng-sms mereka2 yang turut membersamai kala itu.
Setelah check-in, kami kembali menyusuri tepian keramaian untuk makan malam. Dan di foodcourt inilah hak perut akhirnya tertunaikan. Taraaaa.. iniada karedok, trus nasi oncom apaaa gitu.. trus lemon hangat, sama es buah yang dimix, lupa namanya.. hmm, nyummy.. (kecuali es yang dimix2 aneh tadi.. hweeks..).
Sekenyangnya perut, perjalanan dilanjutkan ke ciwalk. Hmm... yaa.. seperti pengalaman sebelumnya, kek anak ilang.. haha... Ini ada live concert loohh.. Beberapa menit disana, bosan.. kembali ke hotel deh..
Semenjak dulu saya memang terobsesi untuk traveling, ya kalaupun belum bisa dikatakan backpacking, sebut saja berperjalanan, hihi.. Untuk kesempatan kali ini, Bandung lah sasaran saya. Sebelumnya baru sekali saya menyinggahi kota kembang ini. Saya ingat, 21-22 Januari kemarin, saya dan 5 orang kawan 'nekad' kesana. Awalnya berencana 'mbolang' aja, tapi mengingat fakta bahwa kami adalah para wanita lajang ibukota yang imut2 yang riskan tindak kirminalitas (:D), maka kami terpaksa memutuskan untuk menggunakan jasa agen pariwisata.. Haha.
Nah, untuk perjalanan kedua ini, saya tidak lagi menggunakan paket wisata, dan tentu saja karena kali ini saya perginya dengan suami :D. Perjalanan yang tidak-cukup-direncanakan sebenarnya.
Sabtu siang, ba'da zhuhur, kami bertiga (tambah Kym) menuju BTC (Bintaro Trade Center) untuk kemudian bertolak ke Bandung menggunakan jasa X-Trans travel. Perjalanan selanjutnya yang dimulai jam setengah tiga ini menyisakan dua orang saja karena mau gak mau Kym harus diparkir disana :D
Setelah cukup lelah mencari, pilihan jatuh ke penginapan ke JF Hotel ini. Rate semua kamar sama, Rp 300.000/malam. Ini sudah lebih 'murah' dibandingkan hotel yang sebelumnya kami coba tanyakan.
Sejujurnya, agak sayang juga merogoh kocek (suami) sejumlah ini untuk sekedar berteduh semalam saja. Apa boleh buat, udah capek nyari. Lagipula, di sekitar sini mungkin memang rata2 segitu harganya.
Keesokon harinya... 10 Juni 2012
Kami check out jam 7.30 an, dan menuju Terminal LeuwiPanjang. Untuk kesana perlu 2x naik mikrolet (lupa jurusannya). Kami bertolak dari LeuwiPanjang dengan angkot sejenis apa ya.. yang dipaksa dijubel2in penumpang, sampe kami duduk di tempat duduk tambahan menghadap belakang... Perjalanan menuju Terminal Ciwidey ini memakan waktu sekitar 2 jam.
Nah, dari Ciwidey ini, untuk menuju keatas (Kawah Putih dan Situ Patengan dll), kami mencoba naik mikrolet lagi. Kata Aa' mikroletnya, nunggu 4-6 orang lagi untuk 'jalan'. Menit2 berlalu, lebih dari setengah jam hanya nambah 1 orang. Heww.. putus asa. Saat waktu di Bandung cuma sebentar gini, sayang rasanya jika harus dibuang untuk menunggu. Daaan... solusinya, charter! U know berapa chargenya? 250ribu!!! Wew, apa boleh buat.. daripada gagal kesana. Yeah, mungkin sepulang dari Bandung kami akan 'puasa', puasa dari makan mahal. Heww..
| di mikrolet yang kami charter |
Setelah menempuh jejalan menanjak dan berliku, tibalah kami di Kawah Putih.. Mendekat kesana, bau belerang semakin tajam tercium. Kami, ikut2an yang lain, membeli masker yang dijajakan seharga Rp 5000/2 potong. Taraaa.. ini foto-fotonyaa...
| foto bareng riders |
Setelah cukup pusing dan mual dengan baunya (katanya maksimal disana 15 menit), kami menuju tempat berikutnya, Situ Patengan..
Wuiih, yang menyejukkan adalah sepanjang perjalanan kesana, mata dimanjakan oleh pemandangan kebun teh yang menghijau... Ademmm...
Hmm, pengen deh suatu saat nanti bisa mendahului matahari mencium embun di pucuk2 teh..
Hmm, pengen deh suatu saat nanti bisa mendahului matahari mencium embun di pucuk2 teh..
Sebelum menikmati keindahan telaga ini, kami sempatkan dulu menyicip nila bakar di salah satu tempat makan diantara deretan2 stand yang menjual --ehm, sebagian besar boneka--, dilanjutkan shalat zhuhur...
Telaga ini, tidak terlalu istimewa sebenarnya, mirip dengan telaga2 lain. Beberapa menit mengitari tepiannya, kami tertarik untuk melihat batu yang disebut2 orang sebagai 'batu cinta'. 'Batu cinta' ini terletak di seberang telaga. Nah, sepertinya ini yang membedakan telaga ini dengan telaga lain. Setau saya, telaga2 lain, sepenuh pemutarannya dikitari jejalan yang memang disediakan untuk pengunjung.
Situ ini, saya lihat, di bagian seberang yang ada 'batu cinta'nya, tidak bisa diakses jejalan, jadi untuk kesana harus menyeberangi telaga. Ini yang kemudian dimanfaatkan sebuah pihak tertentu (entah itu dinas pariwisata atau pihak swasta). Mereka menyediakan persewaan angsa2an yang bisa memuat 2 penumpang, yang energinya berasal dari tenaga kayuh penumpangnya. Biaya sewanya Rp 30 ribu. Tentu saja kami tak hendak melewatkan ini. Awalnya, kami (kami?) kesulitan mengendalikan arah lajunya.. Tapi setelah berjuang keras, yahaa... berhasilll... :D
Huh..huh..huh.. capek mengayuh (hehe, saya mah enggak), selanjutnya adalah hunting oleh2.. Ini dia oleh2nya (oleh2 kok untuk diri sendiri :D), angry bird unguuu
Kami meninggalkan situ sekitar pukul setengah tiga. Diperjalanan menuju Ciwidey, kami sengaja mampir ke tempat beli strawberry yang metik sendiri.. Kereeen... betah deh berlama2 disana...
Untuk strawberry yang metik sendiri ini, minimal pembelian 1 kg, dan harga per kilonya Rp 40.000. Perjalanan pulang dilanjutkan... menjelang maghrib kami mampir di Masjid Raya Bandung.
Untuk pulang balik ke Jakarta, kami kembali ke X-Trans yang di Cihampelas...
Sayangnya, armada yang menuju Bintaro tidak beroperasi sampai malam. Akhirnya kami ambil yang menuju Pondok Indah... dan seterusnya dan seterusnya (capek cerita.. hoahm).... alhamdulillah, tiba di kontrakan hampir jam 12 malam. Laporan selesai :D
Telaga ini, tidak terlalu istimewa sebenarnya, mirip dengan telaga2 lain. Beberapa menit mengitari tepiannya, kami tertarik untuk melihat batu yang disebut2 orang sebagai 'batu cinta'. 'Batu cinta' ini terletak di seberang telaga. Nah, sepertinya ini yang membedakan telaga ini dengan telaga lain. Setau saya, telaga2 lain, sepenuh pemutarannya dikitari jejalan yang memang disediakan untuk pengunjung.
Situ ini, saya lihat, di bagian seberang yang ada 'batu cinta'nya, tidak bisa diakses jejalan, jadi untuk kesana harus menyeberangi telaga. Ini yang kemudian dimanfaatkan sebuah pihak tertentu (entah itu dinas pariwisata atau pihak swasta). Mereka menyediakan persewaan angsa2an yang bisa memuat 2 penumpang, yang energinya berasal dari tenaga kayuh penumpangnya. Biaya sewanya Rp 30 ribu. Tentu saja kami tak hendak melewatkan ini. Awalnya, kami (kami?) kesulitan mengendalikan arah lajunya.. Tapi setelah berjuang keras, yahaa... berhasilll... :D
|
|
| iseng2 poto |
Kami meninggalkan situ sekitar pukul setengah tiga. Diperjalanan menuju Ciwidey, kami sengaja mampir ke tempat beli strawberry yang metik sendiri.. Kereeen... betah deh berlama2 disana...
Untuk strawberry yang metik sendiri ini, minimal pembelian 1 kg, dan harga per kilonya Rp 40.000. Perjalanan pulang dilanjutkan... menjelang maghrib kami mampir di Masjid Raya Bandung.
Untuk pulang balik ke Jakarta, kami kembali ke X-Trans yang di Cihampelas...
Sayangnya, armada yang menuju Bintaro tidak beroperasi sampai malam. Akhirnya kami ambil yang menuju Pondok Indah... dan seterusnya dan seterusnya (capek cerita.. hoahm).... alhamdulillah, tiba di kontrakan hampir jam 12 malam. Laporan selesai :D
Thursday, June 14, 2012
Monday, June 11, 2012
Monday, June 4, 2012
menampakkan sikap 'sesuatu!'
Ternyata 'gaya-tidak-menulis' itu mengikuti teori kelembaman juga. Jadi kalau udah terlalu lama tidak-menulis, rasanya kagok kalau tiba2 mau menulis. Hehe, alasan! Sebenarnya sekedar menghindarimenyebut diri males
.
OK, mari kita mulai! Kali ini tentang sikap yang ditampakkan ketika menerima pemberian dari orang lain. Saya belajar sikap itu dari seorang teman sekos sewaktu kuliah dulu. Setiap kali menerima sesuatu dari orang lain, sesederhana apapun bentuk pemberian itu, bahkan setidakberguna apapun baginya (karena mungkin sudah punya banyaaak); ia akan berseri2 menerimanya, menunjukkan betapa bahagianya dia menerima pemberian itu, menampakkan dia begitu membutuhkannya, dan berusaha memperlihatkan 'hei, ini kupake lho!'
Bisa dibayangkan, bagi pemberi, sikap itu adalah sesuatu banget.
Dan sebaliknya, saya pernah memberikan sesuatu kepada seseorang. Dia menerimanya dengan hanya berkomentar 'Ooh, ya..!'. Huwaaah, menyedihkan bukan sih. Seperti tidak dihargai..
OK, mari kita mulai! Kali ini tentang sikap yang ditampakkan ketika menerima pemberian dari orang lain. Saya belajar sikap itu dari seorang teman sekos sewaktu kuliah dulu. Setiap kali menerima sesuatu dari orang lain, sesederhana apapun bentuk pemberian itu, bahkan setidakberguna apapun baginya (karena mungkin sudah punya banyaaak); ia akan berseri2 menerimanya, menunjukkan betapa bahagianya dia menerima pemberian itu, menampakkan dia begitu membutuhkannya, dan berusaha memperlihatkan 'hei, ini kupake lho!'
Bisa dibayangkan, bagi pemberi, sikap itu adalah sesuatu banget.
Dan sebaliknya, saya pernah memberikan sesuatu kepada seseorang. Dia menerimanya dengan hanya berkomentar 'Ooh, ya..!'. Huwaaah, menyedihkan bukan sih. Seperti tidak dihargai..
Friday, June 1, 2012
Thursday, May 31, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)

